Selasa, 25 Juli 2017

CERITA TEMAN

Cerita Teman



Teman sang Temeritas



•Perihnya kata hanya temporalitas

•Candaan begitu menyiksa

•Mulut bagaikan api tempias

•Namun engkau sangat loyalitas


•Adanya makna korespondensi

•Persepsi menatap periodisasi

•Karna jiwa pandai bersosialisasi

•Menunjukkan sosial secara atensi

`Selamat berjuang!!! 


Facebook : Zulqamar Muhammad

OPINI ARGUMEN



        Opini adalah klaim konklusif terhadap suatu hal. Singkatnya, opini itu interchangeably dengan konklusi. Argumen berarti satu set premis (proposisi-proposisi sebagai alasan) yang menunjang atau yang mendasari sebuah klaim. Berdasarkan definisi di atas, opini seharusnya mengandung argumen. Mengapa harus? Harus karena opini dimaksudkan untuk mendapatkan penerimaan dari pihak lain. Dan penerimaan itu baru dapat dikatakan penerimaan yang berdasar, jika dilakukan atas dasar argumen-argumen yang valid dan sound. Atas dasar uraian di atas, saya memikirkan beberapa implikasi praktis. 

         Pertama, Anda tidak dapat sekadar berlindung di balik kalimat, "Ini kan cuman opini." Betul sekali itu opini, tetapi justru karena opini maka harus ada argumen sebagai penunjangnya. Lain hal kalau Anda menulis reportase! Kedua, Anda tidak dapat appeal to relativism dengan menyatakan, "Namanya juga opini jadi beda gak apa-apa." Betul bahwa perbedaan pendapat itu tidak apa-apa, tetapi poinnya bukan di situ. Sejauh itu adalah sebuah opini dan bahwa sebuah opini harus ditopang oleh argumen, maka dua opini yang berbeda harus bisa diperlihatkan sama-sama kuatnya di mana. Bahkan jika dua opini bertentangan, maka keduanya bisa sama-sama salah, tetapi tidak bisa sama-sama benar. Hukum non kontradiksi mengharuskan implikasi ini. 

         Dan kedua, Anda tidak dapat appeal to subjectivism dengan menyatakan, "Opini itu subjektif, jadi gak perlu argumen". Ini pun adalah opini, namun opini yang salah karena bertentangan dengan definisi-definisi di atas. Betul bahwa ada ranah subjektif, tetapi jika opini itu dimaksudkan untuk mempengaruhi pandangan publik atau untuk mendapatkan persetujuan, maka subjektivitas bukanlah kawan yang solid demi maksud tersebut. Tidak benar bahwa opini itu boleh semata-mata subjektif. 
Pertanyaan terakhir, bagaimana dengan opini yang subjektif tetapi mendapatkan persetujuan atau penerimaan dari pihak lain bahkan bisa jadi banyak yang setuju? Ada beberapa kemungkinan. Pertama, mereka yang setuju itu memiliki opini subjektif yang sama. Ini semisal saya menyatakan bahwa saya suka milkshake coklat lalu Anda mengiyakannya karena Anda pun memiliki selera yang sama. Kedua, yang paling sering terjadi adalah baik yang mengemukakan opini tanpa argumen objektif maupun yang mengiyakan opini tersebut sama-sama tidak memahami keharusan-keharusan dalam hal beropini maupun dalam hal memberi persetujuan. 

           Dan ketiga, biasanya juga yang setuju itu hanya ikut arus. Tidak tau mengapa setuju yang penting setuju karena rame-rame sudah setuju. Silakan pikirkan dan tambahkan sendiri. Tangan saya sudah pegal. Lagi pula bentar lagi saya tiba di tujuan.


          Secara sekilas, argumentasi dan opini bermakna sama. Ke-idem-an keduanya adalah sama-sama menyatakan sebuah pendapat. Namun bagi saya, kedua hal tersebut berbeda, bahkan adakalanya menjadi sangat berbeda.
Sebelum masuk lebih jauh, saya mencoba membuat beberapa kalimat terlebih dahulu untuk membedakan keduanya.

Menurut Saya, hari ini akan turun hujan.
Melihat cuaca yang semakin mendung, Saya kira hujan akan turun sebentar lagi.

Kalimat pertama, menurut saya adalah sebuah opini. Sebuah opini adalah pendapat yang dikemukakan oleh seseorang. Terserah saja hal apa yang ingin disampaikan tersebut, bisa saja mengenai hal apapun dan kabar tersebut bisa benar atau salah. Dalam beberapa keadaan mungkin, bisa disamakan dengan prediksi. - Saya tidak mempunyai dasar kuat untuk menyatakan hari ini akan hujan, itu hanya semata-mata ‘kata’ saya. Sah-sah saja saya mengeluarkan opini seperti demikian.
Kalimat kedua, menurut saya adalah sebuah kalimat kecil yang mengandung argumentasi. Kenapa? Karena dalam pendapat yang dikemukakan itu telah mengandung fakta yang memperkuat statement. Faktanya adalah keadaan cuaca yang semakin mendung. Walaupun adakalanya hujan tidak jadi turun, namun ‘opini’ kita bahwa hujan akan turun itu berdasarkan fakta yang konkrit. Dalam bahasa lain yang dimaksudkan argumentasi disini adalah opini berdasarkan fakta.







ceritarakyat

Rakyat

Kami begitu nampak bersahaja
Seiring jalan tak kenal lelah
Mengharapkan sebuah kontinuitas hidup
Mengharapkan jiwa altruisme

Kami hanya pasrah dengan kehadiranmu
Kami terdiam tanpa kata
Kami tau akan sebab akibat
Kami hanya bisa memfatalistis keadaan

Semoga eksistensialmu bermakna
Semoga kekuasaanmu bernilai...



Link email : muhzulqamar@gmail.com
facebook : Zulqamar Muhammad



Cerita Rakyat
Rakyat Rakyat dan Rakyat

Semangat keras tak pernah kenal yang namanya lelah. Begitu indahnya dunia meratapi kesengsaraan yang begitu menyiksa dikehidupan rakyat. Sebab kalangan minoritas borjuasi berkuasa ditanah negri kita ini. Yang semata mata karena modal dengan berkepentingan  golongan dari sistim ekonomi politik kapitalisme. Rakyat menjerit didalam perut bumi, menunggu akan tibanya sosok penolong yang berjiwa altruisme (orang yang bersifat lebih memperhatikan atau mementingkan orang lain yang sangat membutuhkan pertolongan) untuk dapat bertahan hidup. Disamping itu kejahatan begitu menyiksa ketenangan rakyat, mulai dari kejahatan mengambil hak orang lain, membunuh martabat dengan kata kata.

Sebagai generasi muda ayolah menyelamatkan bangsa kami ditanah negri tercinta ini dengan cara kesadaran dan memaknai apa yang menjadi ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu Pancasila. Agar rakyat yg menjerit terbebas dari kalangan yang borjuasi berkuasa ditanah negri kita ini. Marilah tanamkan jiwa nasionalisme kita agar dapat melawan kaum penguasa yang tidak paham dengan pancasila. Ayo lakukan sekarang dengan aksi bukan hanya sekedar teori, kalau bukan generasi muda siapa lagi yang akan menyelamatkan bumi kita tercinta ini. Tekadkan iman dan takwa sesuai dengan kepercayaan masing-masing agar berjalan dengan tentaram dan damai tanpa perpecahan antara ideology Negara dan ideology agama/kepercayaan.

Shared jika anda merasa postingan ini bermanfaat untuk memotivasikan dan mengembalikan kembali jiwa nasionalisme kita..

Mari Diskusi, kritik dan saran.. silahkan komentar dibawah ini

Link email : muhzulqamar@gmail.com
Facebook : Zulqamar Muhammad