Selasa, 25 Juli 2017

OPINI ARGUMEN



        Opini adalah klaim konklusif terhadap suatu hal. Singkatnya, opini itu interchangeably dengan konklusi. Argumen berarti satu set premis (proposisi-proposisi sebagai alasan) yang menunjang atau yang mendasari sebuah klaim. Berdasarkan definisi di atas, opini seharusnya mengandung argumen. Mengapa harus? Harus karena opini dimaksudkan untuk mendapatkan penerimaan dari pihak lain. Dan penerimaan itu baru dapat dikatakan penerimaan yang berdasar, jika dilakukan atas dasar argumen-argumen yang valid dan sound. Atas dasar uraian di atas, saya memikirkan beberapa implikasi praktis. 

         Pertama, Anda tidak dapat sekadar berlindung di balik kalimat, "Ini kan cuman opini." Betul sekali itu opini, tetapi justru karena opini maka harus ada argumen sebagai penunjangnya. Lain hal kalau Anda menulis reportase! Kedua, Anda tidak dapat appeal to relativism dengan menyatakan, "Namanya juga opini jadi beda gak apa-apa." Betul bahwa perbedaan pendapat itu tidak apa-apa, tetapi poinnya bukan di situ. Sejauh itu adalah sebuah opini dan bahwa sebuah opini harus ditopang oleh argumen, maka dua opini yang berbeda harus bisa diperlihatkan sama-sama kuatnya di mana. Bahkan jika dua opini bertentangan, maka keduanya bisa sama-sama salah, tetapi tidak bisa sama-sama benar. Hukum non kontradiksi mengharuskan implikasi ini. 

         Dan kedua, Anda tidak dapat appeal to subjectivism dengan menyatakan, "Opini itu subjektif, jadi gak perlu argumen". Ini pun adalah opini, namun opini yang salah karena bertentangan dengan definisi-definisi di atas. Betul bahwa ada ranah subjektif, tetapi jika opini itu dimaksudkan untuk mempengaruhi pandangan publik atau untuk mendapatkan persetujuan, maka subjektivitas bukanlah kawan yang solid demi maksud tersebut. Tidak benar bahwa opini itu boleh semata-mata subjektif. 
Pertanyaan terakhir, bagaimana dengan opini yang subjektif tetapi mendapatkan persetujuan atau penerimaan dari pihak lain bahkan bisa jadi banyak yang setuju? Ada beberapa kemungkinan. Pertama, mereka yang setuju itu memiliki opini subjektif yang sama. Ini semisal saya menyatakan bahwa saya suka milkshake coklat lalu Anda mengiyakannya karena Anda pun memiliki selera yang sama. Kedua, yang paling sering terjadi adalah baik yang mengemukakan opini tanpa argumen objektif maupun yang mengiyakan opini tersebut sama-sama tidak memahami keharusan-keharusan dalam hal beropini maupun dalam hal memberi persetujuan. 

           Dan ketiga, biasanya juga yang setuju itu hanya ikut arus. Tidak tau mengapa setuju yang penting setuju karena rame-rame sudah setuju. Silakan pikirkan dan tambahkan sendiri. Tangan saya sudah pegal. Lagi pula bentar lagi saya tiba di tujuan.


          Secara sekilas, argumentasi dan opini bermakna sama. Ke-idem-an keduanya adalah sama-sama menyatakan sebuah pendapat. Namun bagi saya, kedua hal tersebut berbeda, bahkan adakalanya menjadi sangat berbeda.
Sebelum masuk lebih jauh, saya mencoba membuat beberapa kalimat terlebih dahulu untuk membedakan keduanya.

Menurut Saya, hari ini akan turun hujan.
Melihat cuaca yang semakin mendung, Saya kira hujan akan turun sebentar lagi.

Kalimat pertama, menurut saya adalah sebuah opini. Sebuah opini adalah pendapat yang dikemukakan oleh seseorang. Terserah saja hal apa yang ingin disampaikan tersebut, bisa saja mengenai hal apapun dan kabar tersebut bisa benar atau salah. Dalam beberapa keadaan mungkin, bisa disamakan dengan prediksi. - Saya tidak mempunyai dasar kuat untuk menyatakan hari ini akan hujan, itu hanya semata-mata ‘kata’ saya. Sah-sah saja saya mengeluarkan opini seperti demikian.
Kalimat kedua, menurut saya adalah sebuah kalimat kecil yang mengandung argumentasi. Kenapa? Karena dalam pendapat yang dikemukakan itu telah mengandung fakta yang memperkuat statement. Faktanya adalah keadaan cuaca yang semakin mendung. Walaupun adakalanya hujan tidak jadi turun, namun ‘opini’ kita bahwa hujan akan turun itu berdasarkan fakta yang konkrit. Dalam bahasa lain yang dimaksudkan argumentasi disini adalah opini berdasarkan fakta.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar